Mengatasi kendala Sistem Informasi akuntansi Dalam Situasi Yang Cepat Berubah

Posted: Desember 30, 2010 in Uncategorized

Beberapa situasi yang pada umumnya memerlukan perubahan system untuk menghindari risiko obsolensi (ketinggalan zaman) akibat persaingan yang semakin ketat, antara lain :
Akibat peningkatan persaingan, system informasi akuntansi juga harus berubah seimbang dengan perubahan kebutuhan pengguna, agar tetap dapat selaras dan mampu menjawab setiap tantangan perusahaan. Perubahan teknologi Penyempurnaan dalam proses bisnis Keunggulan kompetitif, meningkatnya kualitas, kuantitas dan kecepatan informasi akan dapat meningkatkan nilai produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan dan bias menurunkan daya saing. Keuntungan produktivitas Pertumbuhan usaha, perusahaan yang mengalami perkembangan pesat akan mengalami peningkatan kesibukan sehingga perlu perubahan system. Penciutan usaha, untuk meningkatkan efisiensi kadangkala perusahaan perlu menciutkan usahanya sehingga skala ekonominya cukup efisien. Apabila terjadi perubahan dalam organisasi perusahaan, para manajer di semua lini akan menghadapi bentuk-bentuk persoalan baru dan pola baru dalam pengambilan keputusan sesuai dengan perubahan tadi. System akuntansi organisasi juga harusmengikuti perubahan-perubahan tersebut. Pola perkembangan system akuntansi pada umumnya memiliki suatu pola yang lazim disebut daur pengembngan system Daur pengembangan system adalah daur dari suatu perkembangan system informasi mulai dari konsepsi yang berwujud gagasan, proses pengembangannya,hingga implementasi dan pengoperasiannya.Upaya peningkatan kemampuan system dapat dilakukan oleh tim atau pihak manajemen manapun dalam perusahaan. Namun apabila sumberdaya internal tidak memungkinkan, perusahaan dapat menunjuk akuntan public untuk menangani pengembangan system tersebut. Tim tersebut dapat menyusun system baru memperbaiki ataupun memperluas system lama. Hasil pekerjaan ini akan diimplementasikan ke dalam perusahaan dan akan berlaku untuk beberapa tahun mendatang. Dan apabila terjadi perubahan lagi maka daur yang sama akan terulang.
Daur pengembangan system terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1. perencanaan system
2. analisis system
3. desain system
4. implementasi system
5. operasionalisasi system.
pengembangan system yang sesungguhnya dan memerlukan waktu bulanan hingga tahunan. Sedangkan tahap operasionalisasi system, bias mencapai waktu puluhan tahun.
Perencanaan system
Idealnya, pengembangan system dilaksanakan dalam suatu kerangka rencana induk system yang telah mengkoordinasikan proyek-proyek pengembangan system ke dalam rencana strategis perusahaan. Manajer dan staf perencanaan strategis harus dapat bekerja sama dengan manajer dan staf akuntansi, dan menuangkan pokok-pokok pikiran mereka ke dalam suatu rencana strategis bisnis yang didukung oleh rencana strategis system informasi akuntansi yang andal. Sebelum proyek pengembangan dimulai, kedua belah pihak harus yakin bahwa proyek tersebut telah sesuai dengan rencana strategis perusahaan.Adanya perbedaan antara strategi perusahaan dan strategi system akan menimbulkan hambatan bagi manajemen dalam mewujudkan visi dan
Misinya:
Analisis system adalah proses untuk menguji system informasi yang adaberikut dengan lingkungannya dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk mengenai berbagai kemungkunana perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan system itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s